Riaupos.com

HeadlineOlahraga

 
Menang 2-0 dari Persisam
PSPS: Mitos Terpecahkan
28 Januari 2010
984 klik
PEKANBARU (RP)-Mitos tak pernah menang melawan Persisam Samarinda, akhirnya dipecahkan oleh PSPS Pekanbaru.

Di Stadion Rumbai, Kamis (27/1/2010) kemarin, dua gol Dzumafo Epandi Herman dan April Hadi memberi kemenangan 2-0 atas tim berjuluk Elang Borneo itu dalam lanjutan Liga Super.

Hasil ini membuat Askar Bertuah naik ke posisi 11 dengan nilai 22, sama dengan nilai Persik dan
Persebaya. Namun PSPS kalah agresif gol dari Persik dan unggul selisih gol atas Persebaya yang sudah menyelesaikan pertandingan putaran pertama.

Bagi PSPS, kemenangan ini besar artinya. Tidak hanya mendongkrak posisi di klasemen sementara, tetapi semakin memberi keyakinan akan kekuatan pasukan Abdul Rahman Gurning yang tak bisa dikalahkan oleh tim manapun di kandang sendiri, setidaknya sepanjang putaran pertama.

Kini, PSPS mengincar kemenangan terakhir di kandang sendiri saat melawan juru kunci Pelita Jaya, Ahad (31/1/2010) nanti. Jika tiga angka bisa diraih, maka M Isnaini dkk akan menutup putaran pertama dengan 25 angka, dan ini bisa menjadi bekal untuk bertarung di putaran kedua.

Manajer PSPS, Dastrayani Bibra, bersyukur dengan kemenangan PSPS atas tim yang tak pernah bisa dikalahkan dalam tiga pertemuan sebelumnya. Menurut Dastrayani, para pemain PSPS berhasil melepaskan diri dari imej bahwa Persisam adalah tim penuh bintang, dan bisa bermain dengan caranya sendiri.

“Saya bersyukur dengan kemenangan ini. Meski Persisam dihuni pemain-pemain bintang dengan harga mahal, tetapi anak-anak bermain lepas dan mampu mengembangkan permainan sendiri. Semua lini bermain bagus. Pertahanan solid, gelandang sangat mobile dan penyelesaian akhir juga bagus meski banyak peluang yang gagal menjadi gol,” jelas Dastrayani.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru ini juga bersyukur satu peluang emas yang didapat Zaenal Arif berhasil dihalau Agus Cima. “Jika peluang itu menjadi gol, entah apa jadinya di babak kedua. Syukurlah mereka tak bisa mengembangkan permainan dan mencetak gol,” jelas Dastrayani.

Gurning sendiri mengaku senang dengan kemenangan timnya. Namun, menurutnya, perjuangan belum selesai karena ada satu partai lagi melawan Pelita Jaya di putaran pertama ini. “Anak-anak bisa bermain dengan baik dengan bekerja keras. Kemenangan telak atas Bontang FC juga menjadi pelecut kami untuk mengalahkan Persisam,” jelas Gurning.

Soal ditariknya Ade Chandra Kirana dan M Isnaini di babak kedua padahal kedua pemain masih terlihat bagus, Gurning menjelaskan bahwa kedua pemain tersebut sudah kelelahan sehingga pressure menjadi berkurang. “Lapangan yang basah membuat stamina terkuras. Sebenarnya Dzumafo Herman juga kelelahan, tetapi saya tetap memaksa dia,” katanya lagi.

Kubu Persisam jelas kecewa dengan hasil ini karena gagal mempertahankan tren tak pernah kalah dari PSPS. “Target kami memang mencuri poin di Pekanbaru, tapi justru kalah. PSPS bermain bagus dengan bola dari kaki ke kaki. Mereka pantas menang meski sebenarnya kami juga punya peluang untuk bermain imbang,” ungkap asisten manajer Persisam, Hendri Susilo.

Bermain Rapi
Dalam pertandingan kemarin, sejak kick-off babak pertama dimulai, PSPS langsung menekan lawan dan menguasai permainan dengan ball position yang menawan dan rapi. Bahkan dalam lima belas menit pertama, kiper Fance Haryanto terhitung hanya dua kali memegang bola dari serangan tak berarti Persisam.

PSPS nyaris unggul cepat di menit ke-4 ketika kiper Persisam, Wawan Hendrawan, melakukan blunder dengan salah mengantisipasi back-pass rekannya. Untungnya, bola yang bergulir berhasil dihentikan Wawan tepat sebelum melewati garis gawang yang membuat Persisam terhindar dari gol konyol.

Gol yang ditunggu hampir 15.000 penonton yang memadati stadion, akhirnya tercipta dari set-peace yang dilakukan oleh Dzumafo E Herman. Handball yang dilakukan mantan pemain Persih Tembilahan, Panggah, di luar kotak penalti, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Herman. Tendangan pemain Kamerun yang sudah lama puasa gol ini menembus pagar betis pemain-pemain Persisam dan masuk ke sebelah kiri bawah gawang Wawan. Inilah gol ketujuh Herman yang menyamai perolehan Isnaini.

PSPS berpeluang menggandakan kemenangan ketika Cyril Tchana yang hanya berjarak dua meter dari garis gawang di kotak penalti, gagal memanfaatkan peluang. Tendangan Tchana saat terjadi kamelut di kotak penalti Persisam, malah melambung tinggi di atas mistar.

Di babak kedua Persisam menambah daya gedor dengan memasukkan mantan penyerang tim nasional, Zainal Arif, yang menggantikan Akbar Rasyid. Gelombang serangan Persisam terjadi. Duet gelandang asingnya, Danilo Fernando dan Ronald Fagundez, beberapa kali masuk ke kotak penalti maupun memberi umpan kepada striker Pipat Tonkaya. Namun jantung pertahanan yang dikawal Banaken Basoken dan Dedy Gusmawan plus Agus Cima di kiri dan Danil Junaidi di kanan, bermain spartan dan sulit ditembus.

PSPS kembali mendapat peluang emas di awal babak kedua ketika Herman yang mendapat umpan dari Isnaini gagal mencetak gol, padahal tinggal berhadapan dengan Wawan Hendrawan di kotak penalti. “Tumpuan kaki saya terpeleset, lapangan licin,” kata Herman seusai pertandingan.

Akhirnya, gol tambahan PSPS terjadi di menit ke-70. April Hadi yang masuk menggantikan Ade Chandra K, berhasil mencetak gol pertamanya di Liga Super setelah menyelesaikan umpan silang Isnaini. Gol ini dirancang dengan baik oleh Agus Cima yang merangsek masuk menyisir sisi kanan pertahanan Persisam. Cima kemudian menyodorkan umpan kepada Isnaini yang meneruskannya ke April yang sudah masuk di kotak penalti dari sayap kanan.(mg5/das/aga/hbk)