Riaupos.com

HeadlineInternasional

 
Ditenggarai Bukit Gundul
Puluhan Rumah Hancur di California
8 Februari 2010
151 klik
CALIFORNIA (RP) - Sedikitnya 43 rumah hancur akibat longsoran lumpur yang terjadi setelah angin topan yang disertai hujan deras di negara bagian California, Amerika Serikat (AS), Sabtu (6/2) lalu.

Tidak mau mengambil risiko, tim penyelamat setempat akhirnya mengevakuasi para penghuni 540 rumah di lokasi bencana di kaki bukit San Gabriel. Bukit terletak di sebelah utara kota Los Angeles.

Pejabat Los Angeles County, Mike Antonovich, mengatakan bahwa 12 rumah rusak dan 31 lainnya mengalami kerusakan sedang. Selain puluhan rumah, longsoran lumpur juga merusak 25 unit mobil. Namun, pihak penyelamat setempat mengaku belum ada laporan korban jiwa maupun yang terluka. Antonovich menilai bahwa longsoran itu terjadi akibat lalainya Dinas Kehutanan dalam mengantisipasi bencana itu. Pasalnya, tahun lalu di kawasan yang sama terjadi kebakaran hutan yang hebat.

Namun, Dinas Kehutanan tidak langsung menata kembali sebagian wilayah perbukitan yang gundul akibat kebakaran, padahal wilayah itu terletak di dekat lokasi pemukiman.(int/ila)

Muhammadiyah Perlu Lakukan Perubahan
PADANG (RP) - Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais mengakui sulit menjadikan Muhammadiyah sebagai lokomotif perubahan utama di Indonesia jika kunci-kunci kehidupan bangsa tak ada di tangan Muhammadiyah.

‘’Bagaimana mungkin jadi lokomotif perubahan utama jika kunci-kunci kehidupan bangsa tak ada di tangan,’’ ujarnya saat memberikan tausyiah di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Padang dalam peringatan Milad ke-100 Muhammadiyah di Lapangan Imam Bonjol.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, anggota Komisi III DPR RI Taslim, Sekdaprov Sumbar Firdaus K, Wali Kota Padang Fauzi Bahar, anggota Komisi VI Mumtaz Rais, perantau Minang, Edi Yuspi.

Muhammadiyah kata Amien harus memegang kendali terhadap pendidikan, ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kehutanan dan posisi strategis lainnya. Untuk mencapai itu, ormas Islam terbesar kedua ini perlu melakukan pembaharuan lagi.

‘’Harus sering-sering dilakukan brainstrorming atau olah pikir. Penyegaran istilah. Dakwah yang dilakukan tidak cukup dengan dakwah kultural. Kita lupa bahwa dakwah itu sifatnya multidimensi,’’ ujarnya.

Meski ada yang perlu disegarkan Amien menyatakan Muhammadiyah termasuk organisasi yang tidak pikun, lupa dan lemah meski usianya sudah 100 tahun 52 hari. ‘’Ini seperti istilah tua-tua keladi makin tua makin menjadi. Tapi itu semua ada rahasianya, tak datang begitu saja,’’ ujarnya.

Amien mengungkapkan sa-lah satu kunci utama yakni ikhlas dalam menjalankan amal shaleh. ‘’Tahan godaan dan mendapat ridho Allah makanya usianya panjang. Amalnya juga beragam makin produktif dan sehat,’’ tukasnya.

Amien juga menyebut kondisi umat Islam secara global terus membaik seperti di Mesir, Iran, Turki, Suriah dan Malaysia. Namun Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyebutkan Indonesia harus tetap berhati-hati karena punya potensi menjadi negara gagal.

‘’Kalau pemimpinnya tak menggubris wahyu dan tidak menjadikan Islam sebagai referensi bisa-bisa kita bernasib sama seperti Yugoslavia dan Uni Soviet. Pecah-belah, berantakan dan kembali menjadi negara berkembang,’’ ungkapnya.

Sekdaprov Sumbar, Firdaus K mengharapkan adanya sinergi pemerintah denggan Ormas Islam termasuk Muhammadiyah dalam membangun dan membina umat. Apalagi pasca gempa, tempat ibadah banyak yang rusak mencapai 1.240 unit. ‘’Pemerinah tentu tidak bisa membangun semuanya. Perlu partisipasi warga termasuk warga Muhammadiyah,’’ ungkapnya.(geb/rpg)