Ganti Rugi Rp4 Miliar
2011, Interkoneksi Sumut Masuk Riau
8 Februari 2010
204 klik
JAKARTA (RP) - Krisis listrik berkepanjangan yang dirasakan masyarakat Riau, nampaknya mulai mendapat perhatian dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pusat.
Diperkirakan, mulai Maret 2011 mendatang, kelistrikan Riau akan mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 2X200 MW dari sistem inter-koneksi Sumatera Utara.
Pada JPNN, Ahad (7/2), Kepala Divisi Kontruksi PLN Pusat Eko Sudartanto, mengatakan bahwa interkoneksi ini merupakan suplai dari pembangkit di Pang-kalan Susu, Binjau Sumatera Utara.
‘’Untuk mengatasi krisis di Riau, mulai Maret 2011 akan masuk sistem interkoneksi dari Pangkalan Susu, Binjai sebesar 2X200 MW. Ini interkoneksi yang cukup besar. Tahap pertama di bulan Maret, kita akan coba 1X100 MW dulu untuk mensuplai pasokan listrik di Riau. Dilanjutkan tiga bulan berikutnya 1X100 MW lagi,’’ kata Eko.
Mengenai pembangunan PLTU 2X100 MW di Tenayan Raya, dijelaskan Eko saat ini tim PLN pusat sedang melakukan persiapan pra kualifikasi dimaksudkan untuk memilih kontraktor-kontraktor yang berpengalaman di bidang pembangunan PLTU di Indonesia.
‘’Karena nilai investasi yang mencapai ratusan miliar rupiah, PLN tidak dibenarkan melakukan penunjukan langsung. Setiap proposal yang masuk nantinya harus lolos terlebih dulu. Kita rencanakan dalam tahun ini juga sudah ada teken kontrak pembangunan PLTU 2X100 MW. Selanjutnya pelaksanaan kerja pembangunan ditargetkan selama 30 bulan kerja. Target kita tetap diusahakan menjelang Oktober 2012, PLTU 2X100 MW ini sudah bisa beroperasi,’’ jelasnya.
Eko tidak bisa memastikan berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun PLTU 2X100 MW di TenayanrRaya Pekanbaru. Namun bila diestimasi dalam dolar AS, dijelaskan Eko bahwa nilai investasi berkisar antara 900-950 ribu dolar AS per MW.
‘’Nilai 900-950 ribu dolar AS tersebut merupakan angka yang biasanya digunakan untuk pembangunan pembangkit kapasitas 100 MW. Kalau untuk kapasitas 200 MW itu beda lagi. Tinggal dikalikan saja ke rupiah. Nilai investasi di Tenayanraya bisa mencapai ratusan miliar. Angka itu masih belum pasti, karena bisa saja dipengaruhi oleh kondisi dolar terhadap rupiah. Tapi kira-kira berkisar diangka ratusan miliar lah,’’ kata Eko.
Pemko Ajukan Rp4 Miliar
Eko memastikan, bahwa Kawasan Industri Tenayan (KIT) yang dijadikan lokasi pembangunan PLTU 2X100 MW, akan diganti rugi oleh PLN. Pemerintah Kota Pekanbaru selaku pemilik aset , dikatakan Eko telah mengajukan rencana pengajuan ganti rugi kepada PLN sebesar lebih kurang Rp4 miliar.
‘’Hingga pertemuan terakhir, kita sepakati lahan KIT seluas 40 hektare tersebut akan diganti rugi. Nilai yang diajukan Pemko Pekanbaru adalah Rp10.000 per m2. Jadi penawarannya berkisar antara Rp4 miliar lebih. Tapi ini masih pada penawaran dan belum ketetapan. Bagaimanapun, lahan KIT akan diganti rugi secepatnya,’’ kata Eko.(afz/ila)
|